-->

8/30/2020

Tahajud Jam Berapa? Dan Bagaimana Tata Cara Sholat Tahajud?

Sholat tahajud atau disebut Sholatun Lail yaitu sholat yang dikerjakan malam hari. Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya untuk mengamalkan sholat tahajud, juga dalam AL-Quran  dijelaskan bagi seseorang yang mengerjakan amalan sholat tahajud diangkat ke tempat yang terpuji di mata Allah SWT.


Kapan waktu pelaksanaan sholat tahajud yang benar?

Sholat tahajud bisa dikerjakan kapan pun dalam kurun waktu setelah isya' sampai masuknya waktu subuh. 


Walaupun begitu ada waktu yang paling dianjurkan untuk melaksanakan sholat tahajud, yaitu sepertiga malam terakhir. Sepertiga malam terakhir berarti lepas tengah malam hingga masuknya waktu subuh antara jam 2-4 pagi. 


Mengerjakan sholat tahajud sangat dianjurkan secara rutin setiap malam karena Allah akan memberikan pahala yang berlimpah bagi seorang mukmin yang melaksanakan sholat tahajud.


Dalam kondisi sunyi dan tenang di malam hari, melaksanakan sholat malam menjadi lebih khusuk untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Allah.


Perintah sunnah untuk mengerjakan sholat tahajud ditunjukkan oleh firman Allah dalam surat As-sajdah ayat 16-17,

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.” (ayat 16).


“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”(ayat 17).


Dari penjelasan ayat diatas, diperintahkan kepada orang-orang taat untuk mengurangi tidur mereka, dan bangun disepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajud.


Sholat malam memiliki keutamaan antara lain menjadi sarana berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka dan bershodaqoh atas sebagian hartanya karena Allah. Dan keutamaan lainya, Allah akan menjanjikan surga bagi seorang hamba yang istiqomah dalam mengerjakan sholat malam.


Apakah sholat tahajud harus tidur dulu?

Sholat tahajud adalah semua shalat sunah yang dikerjakan setelah isya, baik sebelum tidur maupun sesudah tidur. (Hasyiyah Ad-Dasuqi, 7/313).


Karena tahajud memiliki arti mujanabatul hajud (menjauhi tempat tidur). Dan semua shalat malam bisa disebut tahajud jika dilakukan setelah bangun tidur atau di waktu banyak orang tidur.


Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

أفشوا السلام، وأطعموا الطعام، وصلوا الأرحام، وصلوا بالليل والناس نيام تدخلوا الجنة بسلام

Sebarkanlah salam, berilah makanan, sambung silaturahmi, dan kerjakan shalat malam ketika manusia sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat. (HR. Ahmad, Ibn Majah, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth)


Abu Bakr Ibnul ‘Arabi mengatakan,

في معنى التهجد ثلاثة أقوال (الأول) أنه النوم ثم الصلاة ثم النوم ثم الصلاة، (الثاني) أنه الصلاة بعد النوم، (والثالث) أنه بعد صلاة العشاء. ثم قال عن الأول: إنه من فهم التابعين الذين عولوا على أن النبي صلى الله عليه وسلم كان ينام ويصلي، وينام ويصلي . والأرجح عند المالكية الرأي الثاني


Mengenai makna sholat tahajud ada 3 pendapat sebagai berikut :

Pertama, tidur kemudian shalat lalu tidur lagi, kemudian shalat. 

Kedua, shalat setelah tidur. 

Ketiga, tahajud adalah shalat setelah isya. 

Beliau berkomentar tentang yang pertama, bahwa itu adalah pemahaman ulama tabi’in, yang menyandarkan pada ketarangan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidur kemudian shalat, kemudian tidur, lalu shalat. Sedangkan pendapat paling kuat menurut Malikiyah adalah pendapat kedua. (Dinukil dari Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah, 14/86)

Dilansir dari https://konsultasisyariah.com/18087-sholat-tahajud-tanpa-tidur-dulu.html


Bagaimana Bacaan Niat Sholat Tahajud?

Seperti sholat lainya, sholat tahajud diawali dengan membaca niat terlebih dahulu, karena dengan membaca niat maka ibadah yang kita kerjakan menjadi sempurna.  Niat sholat tahajud dilafadzkan sebagai berikut


“Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”


Yang artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala”


Membaca niat sholat tahajud dapat dilafadzkan dalam hati maupun dibaca dengan suara pelan dan lirih.


Tata cara sholat tahajud

Dalam mengerjakan sholat tahajud, waktu paling utama dikerjakan di waktu sepertiga malam terakhir dan dilakukan setelah bangun tidur dimalam hari.


Pada umumnya, tata cara sholat tahajud sama dengan sholat fardu, hal yang membedakan yaitu terletak pada niat sholat tahajud. Penjelasan lengkap mengenai tata cara sholat tahajud 2 rakaat dijabarkan sebagai berikut.


1. Rakaat Pertama.

Membaca Niat Sholat Tahajud

Mengucapkan Takbir (Allahu Akbar)

Membaca Doa Iftitah

Membaca Surat Al-Fatihah

Membaca Surat Pendek atau Panjang Al Qur’an

Ruku’ dan menbaca doa rukuk

I’tidal dan membaca doa i’tidal

Sujud pertama dan membaca doa sujud

Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud

Sujud Kedua dan membaca doa sujud

Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua sholat Tahajud


2. Rakaat Kedua

Membaca Surat Al Fatihah

Membaca Surat Pendek atau Panjang Al Qur’an

Ruku’ dan menbaca doa rukuk

I’tidal dan membaca doa i’tidal

Sujud pertama dan membaca doa sujud

Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud

Sujud Kedua dan membaca doa sujud

Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir

Gerakan salam

Membaca doa dan dzikir setelah sholat tahajud


Berapa jumlah rakaat sholat tahajud?


Jumlah rakaat sholat tahajud sesuai sunah Rasulullah yaitu minimal 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat. Sesuai hadits dari Ibnu Abbas


“Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan Sholat malam sebanyak 13 Rakaat.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).


Selain itu, Hadits yang bersumber dari Ibnu Umar Ra tentang Sholat Malam Rasulullah bersabda:

”Sholat Malam atau sholat tahajud itu 2 Rakaat 2 Rakaat. Jika salah seorang dari kalian Khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendak-lah lakukan sholat sunah Witir 1 Rakaat sebagai Penutup yang menjadi sholat yangg sudah dilakukan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila mengerjakan sholat tahajud 12 rakaat setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Dianjurkan saat sholat malam ditambah dengan 1 sholat witir sebagai penutup agar sholat lebih sempurna.


Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud

Setelah melaksanakan sholat tahajud dengan tata cara yang benar, dianjurkan berdoa dan berdzikir kepada Allah. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42.


“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya”(ayat 41).


“Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (ayat 42)


Dari penjelasan ayat diatas, doa dan dzikir disunnahkan untuk dilakukan dengan tujuan memohon ampun dan meminta petunjuk kepada Allah SWT.


Berikut adalah bacaan doa setelah sholat tahajud yang dapat diamalkan:


“Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq.”


“Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”


Arti bacaan

“Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.”


“Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (unutk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.”


This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
This Is The Newest Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post