6/15/2020

Viral, Riset Tunjukkan Anak Orang Berduit Lebih Berpotensi Meraih Sukses


Kisah-kisah pelajar dari keluarga tidak mampu yang meraih sukses karena belajar dengan giat selalu menjadi viral dan menjadi inspirasi banyak orang. Namun tahukah kamu, kasus-kasus itu cuma pencilan alias peristiwa langka yang jumlah tidak banyak.


Seorang mahasiswa S3 di Northeastern University, Amerika Serikat, Herman Saksono mengangkat riset yang menunjukkan bahwa faktor ekonomi keluarga sangat menentukan sukses seseorang. Jadi jika ingin banyak anak sukses dari keluarga tidak mampu maka kuncinya bukan kerja keras ataupun beasiswa masyarakat miskin, tapi pemerataan kesejahteraan.


Riset itu dibuat Gwendolyn Mawson dan rekan-rekannya dari University of Pennsylvania.


Herman Saksono
@hermansaksono
Bisa sekolah di universitas ngetop itu privilege atau kerja keras? Meta-analisis 25 paper ini menemukan adanya hubungan antara status sosial-ekonomi (SES) dengan fungsi eksekutif (EF) yg sangat penting dlm kemampuan belajar.


Riset itu meneliti jika status sosial-ekonomi yang tinggi berdampak pada performa dan kemampuan belajar seorang anak. Mawson dan dua rekannya menelusuri 25 kajian ilmiah yang meneliti lebih dari 8.700 anak dengan rentang usia 2 hingga 18 tahun secara merata.

Hasilnya menunjukkan bahwa fungsi eksekutif memiliki peran yang sangat penting dalam kemampuan belajar anak di usia pertumbuhan. Fungsi eksekutif (EF) mengacu pada proses kognitif, yang didukung oleh korteks prefrontal, yang mengatur perilaku anak untuk menciptakan ambisi dan menemukan tujuan motivasi hidup. Korteks prefrontal bertugas mengendalikan otak dalam merangkai struktur pikiran dan analisa yang akurat.

Selain akses pendidikan, situasi di rumah, perilaku asuh, contoh dari orang tua, hingga paparan bahasa dari lingkungan sekitarnya juga merupakan faktor yang menyebabkan perbedaan fungsi eksekutif dan performa belajar anak. Faktor-faktor ini dinilai lebih baik kondisinya pada keluarga berada dibanding keluarga tidak mampu. Inilah yang ditengarai jadi penyebab anak yang hidup di "keluarga kaya" cenderung berpotensi memiliki prestasi yang lebih tinggi ketimbang anak dari "keluarga miskin".

Riset itu menunjukkan bahwa setiap perbedaan kecil dalam EF dapat berdampak dalam perkembangan anak secara signifikan. Melihat hasil dari riset tersebut, Herman pun mengambil kesimpulan tersendiri.


Menurutnya, tidak cukup efektif jika seorang menyuruh anak yang hidup di keluarga miskin untuk bekerja keras agar memperoleh hasil maksimal serupa dengan anak yang hidup berkecukupan. Maka dari itu, perlu cara yang inovatif untuk dapat mengentas kemiskinan dan menciptakan kesempatan yang sama bagi setiap orang.

Sejumlah warganet ikut dicerahkan dan setuju dengan hasil riset tersebut bahwa kaum privilege memiliki peluang sukses yang lebih besar.

See detail
Gimana menurut kalian? Yuk share pendapat kalian di kolom komentar!
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post