6/16/2020

Viral, Gambar Ayam Kedua versi Geprek Bensu Tak Izin ke Desainer Asli?



Polemik bisnis ayam geprek Bensu membuat heboh warganet pekan lalu. Terbongkarnya kasus hukum perebutan hak milik atas nama 'Bensu' itu membuat sebagian masyarakat baru mengetahui perbedaan dari kedua bisnis ayam geprek milik artis Ruben Onsu dan lawan sengketenya Benny Sujono.

Warganet juga menyoroti kemiripan logo dari kedua perusahaan tersebut, yang membuat pemilik akun @morninglatte_ penasaran juga. Ia pun menilik lebih dalam untuk mengetahui jika logo tersebut telah digunakan dengan layak.

Selain untuk memuaskan keingin tahuannya, dasar tujuan investigasinya ini adalah untuk menyadarkan para pelaku bisnis akan hak para pekerja industri seni dan kreatif.

Ada tiga hal yang menarik perhatiannya, pertama ia menemukan bahwa kedua gambar itu berasal dari seorang desainer bernama Aji Pebriana. Aji menaruh karyanya di Freepik tiga tahun lalu. Ketika diteliti lebih lanjut, komposisi warna dan struktur ilustrasi menghasilkan dugaan kuat kedua logo itu merupakan hasil revisi atau modifikasi dari karya Aji.

Kedua, meski gambar tersebut tersedia gratis, Freepik punya aturan disclaimer bawah tidak serta-merta boleh dipakai untuk kepentingan komersial. Apalagi, dalam kasus ini didaftarkan sebagai merek dagang atau logo perusahaan.

Ketiga, jikalau salah satu dari kedua perusahaan ayam geprek telah membeli atau mengantongi izin memakai gambar tersebut, maka perusahaan yang lain dilarang memakainya. Niel menyatakan seharusnya terdapat suatu kesepakatan antara pembeli (pemilik brand) dan penjual (desainer logo) untuk memastikan logo itu hanya digunakan oleh satu pihak saja.

@morninglatte_ lalu menanyakan hal ini langsung kepada Aji. Ternyata, Aji juga baru mengetahui bahwa desain hasil karyanya dipakai oleh kedua bisnis ayam geprek itu pada minggu lalu. Seorang teman, kata dia, memberitahunya.

Namun Aji memilih tidak mempermasalahkan. Ia pun berpikiran positif dan menduga kedua perusahaan ayam geprek menggunakan jasa seorang desainer yang lalu mengunduh gambar gratis itu. Ia juga mengakui bahwa hal ini bukan pertama kali yang dialaminya, lantaran karyanya sudah sering digunakan tanpa izin oleh merek asing.

Perihal modifikasi hasil karya orang lain, Aji juga menginformasikan bahwa seharusnya mencontoh itu tidak masalah, asalkan maksimal menggunakan hanya 30% dari ciptaan orang lain.

Banyak warganet yang menyayangkan masih banyak orang yang tidak memberikan apresiasi pada pekerja industri seni dan kreatif atas karyanya.


NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post