6/16/2020

Kisah Mahasiswi Positif Corona Kerjakan Skripsi di Ruang Isolasi, Ujian Terpaksa Pakai Jas Almet SMA


Meski dirinya positif virus corona, mahasiswi cantik asal Kalimantan ini tetap semangat selesaikan skripsinya di dalam ruang isolasi rumah sakit.

Siti Nurhalizah, mahasiswi program studi D-III Kebidanan di Universitas Aisyiyah Yogyakarta sempat dinyatakan positif Covid-19 April 2020 lalu.

Sayangnya, saat mengidap virus corona, gadis yang akrab disapa Icha ini tengah menyelesaikan skripsinya.

Tak ingin skripsinya terbengkalai, Icha memutuskan tetap berjuang meski dirinya harus diisolasi lantaran terinfeksi virus corona.

Perjuangan Icha menyelesaikan skripsi di tengah penderitaannya mengidap Covid-19 langsung viral di media sosial.

Mahasiswi cantik asal Kalimantan Timur ini tak ragu membagikan kisah harunya demi menyelesaikan skripsi.

Ruang isolasi Rumah Sakit di Berau Kalimantan Timur, nampaknya akan menjadi saksi bisu perjuangan Icha.

Dilansir dari Kompas.com, Icha mengatakan, pada akhir Maret 2020, ia pulang ke kampung halamannya di Pulau Kalimantan dari Yogyakarta.

Ia masuk rumah sakit pada 2 April 2020.

Sebelum bertolak ke Kalimantan, Icha mengaku telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan karantina di tempat kosnya.

“Aku kan kuliah di Yogyakarta. Tanggal 29 Maret aku mutusin untuk pulang (ke Kalimantan)," kata Icha, Minggu (14/6/2020).

Sesampainya di Kalimantan, Icha juga melakukan karantina mandiri.

Pada 2 April 2020, ia mengalami batuk hingga muntah dan mag atau perut terasa sakit dan dibawa ke RSUD dr. Abdul Rivai, Berau, Kalimantan Timur.

"Di IGD rumah sakit sendiri, aku jujur telah melakukan perjalanan dari Yogyakarta," ujar dia.

Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, baik rontgen maupun cek darah, kemudian diputuskan menjalani isolasi dengan status pasien dalam pengawasan atau PDP.

"Harus menjalani berbagai terapi, juga harus cek swab dulu sebelum dinyatakan negatif atau positif," kata Icha.

Hasil swab pertamanya keluar pada 16 April 2020 yang menyatakan bahwa dirinya negatif Covid-19.

Ia kemudian pulang ke rumah.

Saat di rumah, Icha tidak menunjukkan gejala apa pun dan merasa sehat.

Akan tetapi, tiga hari setelahnya, hasil swab kedua keluar dan mengharuskan ia kembali menjalani isolasi di rumah sakit.

Icha saat itu dinyatakan positif Covid-19.

"Tanggal 19 April 2020 aku ditelepon lagi dari pihak rumah sakit, kalau sebenarnya hasil swab aku yang kedua baru keluar dan hasilnya bayang-bayang.

Bayang-bayangnya itu sedikit menjurus ke positif Covid-19.

Jadi untuk memastikan, aku dibawa lagi ke rumah sakit, dengan status saat itu positif Covid-19," kisah Icha.

Di rumah sakit, ia menjalani terapi pengobatan hingga akhirnya dinyatakan sembuh pada 17 Mei 2020.

Jalani sidang tugas akhir saat perawatan

Icha mengatakan, selama menjalani perawatan sebagai pasien Covid-19, ada hari ketika ia harus mengerjakan tugas akhir kuliahnya hingga menjalani sidang hasil di ruang isolasi.

Tugas akhir itu telah dikerjakan Icha sejak November 2019.

Sidang proposal sudah dilakoninya di Yogyakarta.

"Saat di rumah sakit, aku baru mengerjakan Bab 4 dan Bab 5 sampai ke sidang hasilnya," kata dia.

Selama proses menuju sidang online dan berada di rumah sakit, tantangan yang dihadapinya terkait dokumen dan fasilitas.

"Aku enggak bisa ke mana-mana, semua fotokopian, semua berkas itu di rumah, scan juga, urusan print aku harus minta bantu sama orang rumah," ujar Icha.

Sementara itu, pengantaran berkas-berkas tersebut ke rumah sakit hanya bisa dilakukan pada waktu yang ditentukan pihak rumah sakit.

Ia juga menghadapi kendala jaringan internet karena ruang isolasi yang dihuni Icha sulit mendapatkan koneksi yang stabil.

Saat sidang hasil tugas akhir, Icha juga mengenakan busana seadanya.

Ia hanya mengenakan kemeja putih dibalut dengan jas almamater SMA karena jas almamater kampus tak dibawanya.

Tangkap layar IG @chaa.sn, Unggahan Icha

Untuk baju juga.

Aku kebetulan kemarin enggak bawa seragam kampusku.

Akhirnya aku pakai baju formal dari diriku sendiri, pakai kemeja putih, pakai jas almamater SMA-ku dulu yang kebetulan warnanya sama," kata dia.

Dukungan Tenaga Medis

Meskipun dalam kondisi penuh keterbatasan, Icha mengatakan, ia mendapatkan dukungan semangat dari para tenaga medis di rumah sakit.

"Mereka nyemangatin aku dari hari-hari sebelumnya, karena aku sudah ngabarin mereka.

Mereka juga sudah tahu aku ngerjain dari kemarin, aku ngadep laptop terus, mereka support sekali," kata cha.

Unggahan Icha bersama tenaga medis RS


Tangkap layar IG @chaa.sn, Unggahan Icha bersama tenaga medis RS

"Luar biasa sih, pengalaman yang sangat luar biasa saat itu," ujar dia.

Icha berharap, pandemi virus corona yang tengah dihadapi bersama saat ini tidak menjadikan siapa pun berkecil hati.

“Terimakasih telah mengikuti salah satu bagian perjalanan hidup saya , kalian adalah saksi hidup atas pengalaman yg luar biasa.

Mari kita berpegang tangan (online dulu) , sama2 menguatkan , dan berusaha keras menunjukkan sinar , kalian permata2 indah yg pernah aku kenal.

Saya tidak pernah seromantis ini.

Teruntuk kalian semua yg membaca , iya, kalian permata itu,” pesan Icha dalam unggahannya.

 Sebagian artikel ini sudah tayang di Grid.id dengan judul Tidak Melupakan Pendidikan Meski Tengah Berjuang Melawan Covid-19, mahasiswi Ini Rela Jalani Sidang Tugas Akhir di Ruang isolasi Rumah Sakit
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post