5/09/2020

Video Dukung Ferdian Paleka Viral, YouTuber Bikin Video Minta Maaf Lalu Dihapus



Usai videonya menyatakan dukungannya terhadap Ferdian Paleka viral di media sosial. Dua santri ini mengunggah video permintaan maaf. Namun video minta maaf itu sudah dihapus, namun video itu diunggah oleh beberapa akun di YouTube.

Video berdurasi tiga menit itu menampilkan dua orang laki-laki yang meminta maaf atas pernyataannya yang mendukung aksi prank video sampah Ferdian Paleka. Dalam permintaan maafnya, ia mengaku tidak bermaksud menyakiti pihak lain atas pernyataan yang dilontarkan sebelumnya. Laki-laki itu meminta maaf agar masalah tidak semakin besar dan melebar.

“Assalamualaikum, berkaitan dengan video saya yang viral yang mana saya mendukung prank Ferdian Paleka terhadap b******. Saya sangat tidak bermaksud menyakiti hati netizen Indonesia, saya sama sekali tidak bermaksud. Saya ini resmi (ini berdasarkan )pendapat pribadi saya. Kita ini manusia, manusia itu berbeda pemikiran ada yang bilang benar ada yang bilang salah. Jadi tolonglah, harap maklumi pernyataan saya yang di video, tolong maklumi,” ujar pria dengan peci hitam.

Pria itu juga meminta agar warganet tidak membully melainkan menegurnya ketika ia salah. Pria yang mengaku santri itu juga mengatakan bahwa sebagai seorang muslim seharusnya bisa saling memperbaiki diri bukannya mencela di bulan suci Ramadan.

“Adapun misalkan saya salah, tolong tegur saya. Tolong nasehati saya, bukannya malah membully saya, atau mencela saya apalagi ini di bulan suci Ramadan. Kita ini sebagai seseorang muslim gitu, seorang muslim yang aktif sholat lima waktu. Kenapa kita saling mencela, seharusnya kita itu memperbaiki diri,” Pinta pria itu

Menurut pria itu orang yang pantas dicela ialah penghina agama, ia justru bingung mengapa masyarakat malah merudungnya ketika membahas masalah transpuan. Ia juga mengatakan bahwa tidak pernah bermaksud untuk mengajak masyarakat melakukan tindak kekerasan kepada suatu kaum, melainkan ia mengaku hanya membagi pengetahuannya dengan masyarakat luas.

“Kalau mau mencela silahkan kalian cela itu orang-orang penghina agama. Mereka lebih pantas dan lebih layak untuk dicela. Kenapa harus saya yang dicela saat bahas b******, saya memohon dengan sangat dan meminta maaf kepada mereka yang merasa tersakiti dengan pernyataan saya. Saya tidak ada maksud,” ujarnya dalam video.



Melihat permintaan maaf kedua orang itu, warganet pun memberikan berbagai reaksi.

Mereka berharap agar kedua laki-laki itu belajar dari kesalahan yang pernah dibuatnya dan mengingatkan untuk tidak berlaku seperti seorang pahlawan dengan mempertanyakan keimanan seseorang.


Tak sedikit dari warganet mempertanyakan maksud laki-laki itu terkait mencela orang lain.


Hari ini akun YouTube IEMRUSDIY sempat menghapus semua video di channelnya. Lalu menjelang sore ia kembali memunculkan dua video yakni video soal dukungan terhadap Ferdian. Nampaknya pemilik akun memilih mencabut permintaan maafnya dan kembali menyatakan dukungan terhadap Ferdian.

Diketahui sebelumnya kedua santri ini viral setelah mengaku mendukung aksi Ferdian Paleka memberikan sembako berisikan sampah dan batu kepada transpuan.

Video tersebut diunggah pada Senin (4/5) dengan judul GUE DUKUNG FERDIAN PALEKA. Video itu telah ditonton sebanyak 19.272 kali di Youtube.

Kedua pria yang mengaku sebagai santri itu melontakan pernyataan yang cukup kontroversial, mereka membenarkan tindakan prank sampah yang dilakukan oleh Ferdian Paleka. Bahkan kedua pria itu menegaskan untuk tidak membela kaum penyuka sesama jenis.

“Di video ini saya mau berpendapat, ada seorang youtuber membuat prank terhadap waria atau disebut b******. Saya menyampaikan bahwa perlakuan pemuda itu terhadap b****** tidak masalah, karena dalam Islam b****** atau kaum homo hukumnya dibunuh. Jadi kalau sekedar di-prank tidak masalah. Jadi kalian yang membela b****** mana ke-Islaman Anda?” ujar salah satu pria dalam video. Informasi selengkapnya dapat dibaca
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post