Tidak Mau Dijemput Dengan Ambulan, Pasien Corona Memilih Berangkat Ke RS


Berdasarkan prosedur penanganan virus korona baru yang ada, seorang pasien Covid-19 bakal dijemput oleh petugas dengan mobil ambulans untuk dirawat di rumah sakit rujukan. Selain agar pasien segera sembuh, hal itu dilakukan juga untuk mencegah penularan pada penghuni rumah lainnya dan warga sekitar.

Tetapi terdapat pasien yang menolak mengikuti prosedur itu, salah satunya adalah seorang warga di Garut, Jawa Barat. Setelah hasil rapid test menunjukkan reaktif virus Covid-19, warga Garut itu enggan dievakuasi menggunakan ambulans.

Sebuah video seperti yang disebar @Ricky_kch kini viral dan telah ditonton puluhan ribu warganet.

Peristiwa di atas terjadi pada Rabu (13/5) pekan lalu. Dalam video berdurasi dua menit itu, pria berpeci putih yang diketahui reaktif Covid-19, terlihat tengah dengan santai mengendarai sepeda motornya tanpa mengenakan helm. Karena ia bersikeras tidak ingin dibawa dengan ambulans, tenaga kesehatan pun mengalah dan mengawasinya dari ambulans yang mengikuti di belakang.



"Sampai seperti ini, pasien kita tungguin tapi berangkat sendiri pakai motor. Jadi orang ini reaktif. Padahal kita pengap (karena memakai APD lengkap)," kata salah seorang tenaga kesehatan dalam video yang menjemput pria itu.

Tenaga kesehatan pun dibuat tidak berdaya, sepanjang perjalanan mereka di dalam ambulans tertawa melihat kelakuan pasien tersebut. "Baru kali ini kejadian seperti ini, kita sudah siap dengan APD tapi pasien malah berangkat sendiri," sahutnya.

Peristiwa seperti itu bukanlah yang pertama kali tenaga kesehatan mendapat perlawanan saat akan membawa warga yang positif Covid-19 dari kediamannya untuk menjalani perawatan. Kejadian serupa juga terjadi di Madiun, Jawa Timur, ketika petugas mendapat perlawanan dari keluarga warga yang positif Covid-19.

Peristiwa-peristiwa ini terjadi karena para pasien mengaku takut sehingga tidak ingin dibawa pergi dari rumah. Mereka juga menyayangkan karena seolah dianggap seperti penjahat, petugas dilaporkan datang berbondong-bondong tanpa pemberitahuan dan memicu kehebohan di lingkungan rumah pasien.

Para tenaga kesehatan menghimbau masyarakat untuk tidak panik dan memohon kerjasama agar penanganan wabah Covid-19 dapat berjalan dengan baik.

Terima kasih telah membaca artikel kami, tinggalkan komen pada kolom dibawah ini

Click to comment