5/13/2020

Tata Cara Sholat Idul Fitri Sendiri di Rumah, Lengkap Dengan Niat dan Bacaannya



Idul Fitri merupakan hari raya yang selalu dinantikan oleh umat Islam untuk melaksanakan salat Idul Fitri secara berjemaah. Namun, dengan adanya wabah virus corona, membuat Pemerintah mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan ibadah salat Idul Fitri di rumah.

Lantas bagaimana tata cara salat Idul Fitri sendiri (munfarid) di rumah? Simak ulasannya dikutip dari berbagai sumber.

Idul Fitri sejatinya merupakan hari kemenangan yang dinantikan setelah umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh. Dinamakan hari kemenangan sebab umat Islam telah berhasil menahan hawa nafsu dan mendirikan kebaikan dalam waktu 30 hari.

Tata cara salat Idul Fitri sendiri sebenarnya diperbolehkan apabila umat Islam sedang berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk berjamaah. Namun, sebenarnya anjuran yang baik adalah dengan menunaikannya secara berjamaah.

Hukum salat Idul Fitri sendiri yakni sunnah muakkad dimana salat sunnah yang dianjurkan Rasulullah untuk dilaksanakan. Hukum salat Idul Fitri ini sama halnya dengan hukum salat Idul Adha dan Salat Witir.

Pada dasarnya, salat Idul Fitri yang dikerjakan secara berjamaah dapat dilakukan di tempat-tempat yang dapat menampung jamaah seperti di masjid, lapangan, ataupun tempat terbuka lainnya.

Waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan salat Idul Fitri

Seperti salat Idul Adha, waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan salat Idul Fitri yakni pada pagi hari yang dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu Zuhur. Namun lain halnya dengan salat Idul Adha yang dianjurkan untuk disegerakan, salat Idul Fitri justru dianjurkan untuk diakhirkan.

Hal tersebut dilakukan guna memberikan waktu yang lebih bagi umat Islam untuk mempersiapkan dan menunaikan zakat fitrah.

Tidak jauh berbeda dengan salat sunnah lainnya, tata cara salat Idul Fitri juga dilaksanakan dua rakaat. Namun, pembeda dari salat sunnah yang lain yakni bahwa tata cara salat Idul Fitri terdapat khutbah yang dilakukan pada akhir salat.

“Rasulullah SAW biasa keluar menuju musholla (tanah lapang/lapangan) pada hari raya. Hal pertama yang beliau lakukan adalah sholat lalu berpaling menghadap manusia yang sedang duduk di shaf mereka. Kemudian beliau memberi nasehat, wasiat, dan perintah.” (Hadits Abu Sa’id al-Khudry Ra.).


Niat Salat Idul Fitri

Pada dasarnya, tata cara salat Idul Fitri sendiri sama halnya dengan tata cara salat secara umum. Namun, bacaan niat salat Idul Fitri jelas berbeda dengan bacaan niat salat yang lainnya. Berikut bacaan niatnya sebagai awal tata cara salat Idul Fitri sendiri di rumah.

Niat Salat Idul Fitri untuk imam:
"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini imaman lillahi ta’alaa"

Artinya:
“Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi imam karena Allah Ta’ala”

Niat Salat Idul Fitri untuk makmum:
"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini makmuuman lillahi ta’ala"

Artinya:
“Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah Ta’ala”

Niat Salat Idul Fitri sendiri:
"Ushalli sunnatan li ‘idil fithri rak ‘ataini lillahi ta’alaa"

Artinya:
“Aku niat salat sunat Idul Fitri dua rakaat karena Allah Ta’ala”


Tata Cara Salat Idul Fitri Sendiri

Tata cara salat Idul Fitri sendiri di rumah tidak berbeda dengan tata cara salat sunnah pada umumnya. Jika salat Idul Fitri dikerjakan secara berjamaah di rumah, maka imam disunnahkan untuk mengeraskan bacaan salat. Namun, jika salat Idul Fitri tersebut dikerjakan sendiri, maka cukup dibaca dengan suara pelan.

Berikut tata cara salat Idul Fitri sendiri di rumah.

Takbiratul ihram
Membaca Doa Iftitah
Takbir sebanyak 7 kali, dimana setiap takbir membaca bacaan tasbih sebagai berikut.
"Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha ilallah wallahu akbar"

Artinya:

“Maha Suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada Tuhan kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Setelah takbir yang ke tujuh, hal selanjutnya yakni membaca surat Al Fatihah.

Dilanjutkan dengan membaca surat-surat Alquran lainnya, namun apabila menjadi makmum cukup mendengarkan dan menyimak surat yang dibacakan oleh imam.

Surat pertama yang dianjurkan untuk dibaca yakni surat Al-’Ala.

Rukuk dan tumakninah.

I’tidal dan tumakninah.

Sujud dan tumakninah.

Duduk di antara dua sujud dan tumakninah.

Sujud kedua.dan tumakninah.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Takbir sebanyak 5 kali dan kembali membaca bacaan tasbih seperti sebelumnya.

Membaca Al-Fatihah.
Membaca surat lainnya. Surat kedua yang dianjurkan untuk dibaca yakni surat Al-Ghasyiyah.

Rukuk dan tumakninah.

I’tidal dan tumakninah.

Sujud dan tumakninah.

Duduk di antara dua sujud dan tumakninah.

Sujud kedua.dan tumakninah.

Duduk tasyahud akhir dan tumakninah.

Salam.

Mendengarkan khutbah apabila menjadi makmum, memberikan khutbah bila menjadi imam, namun jika salat Idul Fitri dikerjakan secara munfarid maka tidak perlu ada kutbah.

Khutbah ini dilaksanakan dengan membaca takbir sebanyak 9 kali sebagai pembuka.

Sunnah Salat Idul Fitri

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post