5/08/2020

Pengakuan Pembunuh Siswi SMP yang Ditemukan Tinggal Kerangka: Baru Menyesal Satu Bulan Usai Membunuh




Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjung Jabung Barat, Jambi berinisial I (18) dibunuh oleh seorang sopir berinisial FR (21) pada Februari 2020 lalu.

I ditemukan hanya tinggal kerangka di sebuah perkebunan sawit , Sabtu (20/4/2020) oleh warga.

Meski telah mencekik dan membunuh, pelaku FR mengaku tidak langsung merasa menyesal.

Baru menyesal sebulan kemudian
FR mengaku membunuh I pada Februari 2020 lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

Namun ia tak langsung merasa bersalah. Penyesalannya baru datang satu bulan usai membunuh I.

"Waktu itu belum (menyesal), sekitar satu bulan ke depannya baru menyesal," kata FR dalam konferensi pers di Mapolres Tanjung Jabung Barat, Kamis (7/5/2020).

Ia mengaku membunuh I karena sakit hati dengan perkataan korban kepadanya.

"Sakit hati karena perkataannya. Perkataan bilang 'bungul tambok', perkataan kasar," kata FR, seperti dikutip Tribun Jambi.

Dipicu utang
Selain itu, kata FR, I juga berutang sejumlah uang kepadanya.

Jumlah uang yang dipinjam sebesar Rp 250.000,00.

Namun saat diajak bertemu untuk membicarakan utang, FR mengatakan, I melontarkan perkataan kasar padanya.

Lantaran emosi, FR mencekik leher I dan menggulingkannya ke pinggir kanal di perkebunan sawit.

Kemudian, FR juga mengambil ponsel I.

Ditemukan tinggal kerangka
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Guntur Saputro mengatakan, dua bulan kemudian, warga menemukan kerangka I di perkebunan sawit.

Awalnya warga mengira benda itu adalah kayu. Saat didekati rupanya tulang belulang.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan pakaian korban.

"Selanjutnya ditemukan kembali di sekitar TKP sehelai celana levis panjang berwarna putih dan pakaian dalam perempuan berwarna merah (bra)," tutur dia.

Ditelusuri lewat media sosial
Polisi menelusuri aku media sosial Inah untuk mengungkap pelaku pembunuhan.

Guntur menjelaskan, pelaku ditangkap dari like Facebook-nya ke akun Facebook I.

"Kita ketahui tersangka, dari penelusuran Facebook korban. Kita cari like-like di FB korban, dan yang sering ngelike adalah tersangka, kita curigai dan kita cari, dan tersangka mengakui telah membunuh korban," sebut dia.

Diketahui, FR rupanya baru seminggu berkenalan dengan I.

Atas perbuatannya, FR terancam hukuman penjara 15 tahun. Ia dikenai Pasal 80 Ayat 3 juncto Pasal 76 C Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. (sumber)
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post