-->

5/13/2020

Kades di Flores Timur 2 Jam di Atas Pohon Cari Sinyal demi Rapat Virtual dengan Bupati


Kepala dan Sekretaris Desa, serta BPD Desa Wolo Klibang, Kecamatan Adonara Barat, Flores Timur, NTT, terpaksa memanjat pohon untuk mencari jaringan internet agar bisa mengikuti rapat virtual dengan Bupati Flores Timur, Jumat (8/5/2020).

Kepala Desa Wolo Klibang, Anselmus Sili mengungkapkan, awalnya dia bersama sekretaris dan anggota BPD Desa Wolo Klibang dijadwalkan mengikuti rapat virtual dengan Bupati Flores Timur, Jumat.

Rapat itu membahas koordinasi penanganan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Flores Timur.

Namun, karena di desanya belum terhubung dengan internet, mereka pun terpaksa memanjat pohon di salah satu lokasi yang letaknya 1 kilometer dari Desa Klibang untuk mendapatkan sinyal.

"Mau bagaimana, kalau tidak naik, berarti tidak bisa terkoneksi dengan internet. Kalau tidak begitu, kami tidak bisa ikut rapat. Makanya kami rela panjat pohon," ujar Anselmus kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (11/5/2020) siang.

Rapat itu berlangsung dua jam. Artinya, selama itu juga mereka bertahan di atas pohon.

Anselmus mengatakan, selama ini warganya terisolasi karena sulitnya jaringan telepon dan internet.

Biasanya, warga di desa itu harus menempuh jarak 1 kilometer untuk mendapatkan jaringan telepon.

Untuk bisa sampai ke lokasi sinyal, ada warga yang menggunakan kendaraan, ada pula yang rela berjalan kaki.

Ia berharap di tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Flores Timur bisa bekerja sama dengan PT Telkom untuk membangun BTS di desa itu.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Flores Timur Agus Boli mengatakan, pemda sudah menyurati Kemkominfo untuk mendatangkan tower mini yang jangkauan jaringannya bisa mencapai 10 kilometer.

Tower mini sudah terpasang di beberapa desa, yaitu di Desa Titehena di Kecamatan Solor Barat, Desa Puhu di Kecamatan Adonara Timur, Desa Latonliwo di Kecamatan Tanjungbunga, dan Desa Lewoawang di Kecamatan IIlebura.

Pemda juga sudah meminta pihak Telkom agar membangun tower.

Agus mengungkapkan, memang masih ada satu dua desa yang sulit sinyal.

"Mudah-mudahan Kementerian Infokom cepat menjawab permintaan Pemda Flotim. Di Flotim secara wilayah besar rata-rata jaringan Telkom sudah baik. Hanya kadang jaringan eror  sehingga sinyalnya kurang kuat," ujar Agus melalui pesan singkat. (Sumber)
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post