5/16/2020

Inilah Fakta Bocah SMP Jadi Bandar Ganja


Seorang siswa SMP berinisial ND (14) diamankan polisi karena menjadi bandar narkotika jenis ganja.

Warga Kecamatan Parongonpong, Kabupaten Bandung Barat, ini mengendalikan peredaran ganja yang dilakukan melalui media sosial Facebook.

Selain ND, polisi juga mengamankan pelaku lainnya berinisial WL (19), yang merupakan seorang tunakarya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jabar, Kombes Pol Saptono Erlangga menyebut, pelaku menggunakan jasa JNT untuk mengirim ganja tersebut.

"Modus operandi dari kasus tersebut, yaitu pelaku mengedarkan secara online lewat media sosial Facebook dan melakukan pengiriman barang melalui jasa ekspedisi JNT," katanya, dikutip dari Kompas.com, Rabu (13/5/2020).

Berikut fakta-fakta 


Barang Bukti

Masih dikutip dari laman yang sama, polisi mengamankan WL yang bertugas sebagai kurir ganja, Senin (11/5/2020).

Polisi juga mendapatkan barang bukti sebanyak 6 paket ganja dari WL.

"Berdasarkan hasil temuan dari TKP bahwa benar WL, selain melakukan pengiriman barang, juga seringkali melakukan pengambilan kiriman paket dari Provinsi Sumatera Barat (Padang Pariaman)," jelas Erlangga.

Penggeledahan Rumah ND

Dikutip dari TribunJabar.id, Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Marzuki mengatakan, ND ditangkap dari pengembangan WL.

"Kami menangkap ND yang masih kelas 2 SMP. Diyakini bahwa ND merupakan bandar narkoba jenis ganja."

"Kami geledah rumahnya, ditemukan sejumlah barang bukti lainnya," ujarnya, Selasa (12/5/2020).

Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti narkotika yang diedarkan anak SMP di Bandung barat via online.
ND mengaku, mendapat ganja tersebut dari seorang narapidana di Sumatera Barat.

Barang bukti yang disita oleh Polisi yakni 3,5 kilogram ganja kering siap untuk diedarkan.

Ancaman Hukuman

Masih dikutip dari laman yang sama, karena masih di bawah umur, ND akan dikenakan pasal 114 dan 115 dan hukuman 1/3 dari masa tahanan serta pidana penjara maksimal 20 tahun.

Yoris Marzuki mengimbau agar para orangtua mengawasi anak-anaknya, agar tak terjadi lagi kejadian serupa.

"Saya tekankan khususnya kepada orang tua agar mengawasi anak-anaknya, khususnya di zaman media sosial saat ini, hal ini sangat berbahaya dan bisa saja menimpa anak-anak yang lain," imbuhnya.

Kurir Dibayar dengan Ganja

Dikutip dari TribunJabar.id, WL mengaku, dirinya baru enam hari menjadi kurir ganja.

Ia pun mengaku tak dibayar untuk mengirim paket ganja melalui jasa JNT tersebut.

"Saya tidak dibayar untuk mengirim ini, saya menerima sudah dalam bentuk paket seperti ini," kata WL kepada Kapolres Cimahi.

Namun, Kasat Narkoba Polres Cimahi, AKP Andri Alam mengatakan, WL dibayar menggunakan ganja, bukan uang tunai.

Selama enam hari tersebut, WL sudah empat kali melakukan pengiriman paket ganja.


Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Marzuki, Kasat Narkoba Polres Cimahi AKP Andri Alam dan Ka Bapas Kelas I Bandung Bambang Ludiro menunjukkan barang bukti narkotika jenis ganja di Mapolres Cimahi, Selasa (12/5/2020).
Pembinaan Pelaku

Kepala Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas 1 Bandung, Bambang Ludiro, menyebut peradilan kasus ND ini akan dilakukan dengan konsep pembinaan.

"Penanganannya khusus, karena anak masih di bawah umur."

"Sebetulnya pendekatannya menggunakan sistem peradilan pidana anak, konsepnya adalah pembinaan," kata Bambang Ludiro, Selasa (12/5/2020), dikutip dari TribunJabar.id.

Menurutnya, penanganannya tidak bisa putus di tengah jalan, harus diusut hingga tuntas meskipun pelakunya adalah anak di bawah umur.

Ia menyerahkan setiap tahapan proses hukum kepada pihak kepolisian, dan pihaknya akan mengawasi ND dan melakukan pembinaan.

Sementara itu, Yoris Marzuki, menegaskan ND akan dilakukan pembinaan, karena sebagai bandar narkoba.

"Karena ND merupakan bandar narkoba, maka akan tetap dilakukan pembinaan," terangnya.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post