5/11/2020

12 Anggota Keluarga di Sulsel Kerja Sama Bunuh Anak Kandung



Motif pembunuhan masih belum bisa dipastikan

Warga Bantaeng, Sulawesi Selatan digegerkan dengan kasus satu keluarga yang bekerja sama membunuh anggota keluarganya sendiri. Korban adalah seorang remaja 18 tahun yang dibunuh dengan tragis.

Tetangga sekitar menduga jika korban sengaja dijadikan tumbal oleh keluarga sendiri yang mempraktikan ilmu hitam.

1.Bunuh anggota keluarga


View this post on Instagram

Sebuah video menunjukkan, detik-detik polisi mengamankan pelaku pembunuhan sadis terhadap anak gadisnya di Bantaeng, dan menyandera dua warga lainnya. . Peristiwa itu terjadi Sabtu, 9 Mei 2020, kemarin. Sekitar pukul 11.00 Wita. Dalam video itu, sebuah rumah panggung di Kampung Katabung, Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, dikepung polisi. . Dalam video yang berdurasi sekitar 5 menit 59 detik itu, tampak seorang wanita terus melontarkan sumpah serapah dari atas rumah. Sementara seorang pria bersarung dibekuk beberapa polisi. Dia terus melawan saat hendak dibawa ke mobil polisi. . Mereka diduga satu keluarga yang kerasukan. Bahkan menggorok leher putrinya berinisial ROS (16). Pelaku diduga adalah Darwis (50). Saat digorok ayahnya, korban dipegang oleh kakak kandungnya, RA. Diduga keluarga ini mempraktikkan ilmu hitam. . Menurut warga sekitarnya satu keluarga di rumah tersebut diduga kerasukan. Sehingga anak kandungnya sendiri gadis ROS (16) seorang pelajar tewas dianiaya di atas rumah itu. Ada dua luka menganga di lehernya, luka sabetan senjata tajam di kepala, juga luka sayatan di lengan sebelah kanan. . Selain menggorok anak kandungnya, para pelaku juga menyandera warga, yakni, Irfan bin Reni (18) seorang pelajar, dan Saenal bin Hatim (35) seorang, mengalami luka sobek di kepala akibat sabetan parang dengan 30 jahitan, Usman (34), petani mengalami luka gores bagian telinga akibat senjata tajam. . Artikel : bukamatanewscom
A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

Dilansir dari Indozone.id, Minggu (10/05/20), media sosial dihebohkan dengan dugaan pembunuhan yang dilakukan satu keluarga kepada seorang perempuan berusia 18 tahun.

Peristiwa itu terjadi di Desa Pattaneteang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (9/5/2010) sekitar pukul 16.00 Wita.

Pelaku pembunuhan diduga berjumlah 12 orang termasuk kedua orangtua, 6 saudara korban, menantu dan seorang cucu. Kasus pembunuhan itu terungkap setelah para tetangga mendengar keributan dari rumah korban.

Tetangga menduga jika keluarga tersebut mempraktikkan ilmu hitam dan sengaja menjadikan anggota keluarganya sendiri sebagai tumbal.

2.Ditemukan dalam kondisi tewas

Korban adalah RS yang merupakan anak kelima dari Darwis, salah satu pelaku. Saat polisi mendatangi TKP, polisi menemukan RS di dalam sebuah kamar dalam kondisi tewas mengenaskan. Seluruh tubuhnya dipenuhi luka tusukan dan sayatan.

"Selanjutnya Kapolsek ke lokasi dan meminta orang yang di dalam rumah keluar dan sempat menembakkan gas air mata ke dalam rumah melalui jendela kaca,” kata Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri dilansir dari Okezone.com.

Penangkapan 12 anggota keluarga itu pun berlangsung dramatis. Awalnya saat didatangi polisi, keluarga itu menyandera seorang warga bernama Irfandi dan tidak ingin polisi masuk ke rumahnya. Akhirnya Irfandi berhasil bebas dan melaporkan jika di dalam rumah tersebut terdapat mayat perempuan.

3.Motif pembunuhan

Pelaku pembunuhan adalah Rahman, anak pertama dan Anto, anak keempat. Keduanya adalah otak dari pembunuhan itu dan disetujui oleh orangtua serta anggota keluarga yang lain. Setelah diselidiki, polisi menduga jika kasus pembunuhan ini dilatarbelakangi korban yang melakukan zina.

“Korban adalah anak kelima. Motif pembunuhannya kasus siri. Kasus harga diri, malu bahwa korban ini ada hubungan sama orang lain atas nama Usman. Keluarga ini malu karena salah satu keluarganya berhubungan dengan Usman sehingga melakukan pembunuhan,” tutur Wawan.

Polisi mengamankan terduga pelaku yang terdiri dari 12 orang termasuk orangtua korban, saudara korban, menantu dan seorang cucu yang masih di bawah umur. (sumber)

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post